Selasa, 10 November 2015

Jadilah Pelita

 Jadilah Pelita

Assalamualaikum muslimah dan muslim di seluruh Alam Alloh yang indah ini. di kesempatan yang baik ini saya ingin sedikit bercerita tentang kisah Inspiratif, yaitu kisah tentang seorang yang mendapat keistimewaan oleh alloh... yuks simak kisahnya...

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.
Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”
Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”
Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.
Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”
Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.
Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.
Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”
Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”
Si buta tertegun..
Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”
Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”
Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.
Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.
Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”
Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”
Senyap sejenak.
secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”
Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.
Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.
Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.
Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”
Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).
Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.
Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.
Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.
Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.
Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.
Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.
Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.
Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan.

Senin, 02 November 2015

La Tahzan For Jomblo Ya Mblo....

Jomblo?? La Tahzan....

Assalamualaikum Moeslim dan Moeslimah yang saya cintai....
alhamdulillah kali ini kita masih di beri nikmat sehat, nikmat kesehatan untuk membaca postingan saya yang mungkin rada-rada ke arah curhat. Yah.. sebagai makhluk sosial memang kita butuh sandaran orang lain. mungkin saya tanpa kalian hanya butiran kosmis yang berhamburan tanpa adanya gaya grafitasi... hehe.
Mungkin kebanyakan yang sedang baca postingan saya adalah orang orang Jomvlo (eits...aku suudzon ini), hehe.. ya ga beda lah sama saya, saya juga jomvlo.
pernah beberapa kali saya di hujat karena kejomblooan, but i don't hear what the other people say...coz it's Nyesekk..haha. Jomblo itu bukan berarti kita tidak laku, bukan berarti kita cupu, bukan berarti kita tidak pintar bergaul. mari kita hancurkan argumen itu!!!
Jomblo adalah hal yang menghindarkan dari maksiat. malah pacaran yang tidak sehat yang menimbulkan maksiat. oh ya.. Definisi pacaran apa sih? Dalam Tassawuf di mata kaum Sufi, tidak diketahui apa defenisi pacaran, karena definisi yang gak jelas, kalau gak jelas, kenapa harus dilakukan ya? saya juga diantara bingung dan tidaknya...
ya mungkin berikut faktor-faktor terjadinya jomblo :

Faktor Jodih (jomblo sedih) umumnya :
  1. Iri sama temennya karena udah punya pacar
  2. Sering nonton sinetron atau film cinta yg ada pacarannya dan tersugesti untuk punya pacar
  3. Rasa terlalu ingin memiliki
  4. Rasa cinta yg begitu dalam (Halah)
  5. Kurang kasih sayang
  6. Kurang perhatian baik dari teman dan orang tua
  7. Gaya Pergaulan yg mengharuskan atau mendorong untuk punya pacar dll
Sebenernya bagi remaja jomblo yg melihat hal positifnya menjomblo malahan bersyukur jomblo dan happy2 aja.

Faktor Jopy (jomblo happy) umumnya :

  1. Menyadari negatifnya pacaran
  2. Selalu mendekatkan diri pada sang Khalik. Jadi sering dikasih pencerahan dan ketenangan so cintanya hanya untuk Allah.
  3. Bergaul dengan teman2 sesama jomblo
  4. Jarang membicarakan hal2 yg berkaitan dengan pacaran
  5. Mencari banyak teman supaya banyak yg merhatiin
  6. Selalu mengobarkan perasaan senang karena jomblo dll.
Nah gimana kalian yg pada jomblo masuk jodih atau jopy ?
Semoga aja Jopy yah. Sebenarnya jadi jomblo itu banyak manfaatnya loh. Dan bagi muslim itu dapat pahala. Kenapa? Karena :
  • Terhindar dari maksiat
  • Bisa lebih leluasa ( Kaga di atur )
  • Lebih leluasa deket sama banyak cowok dan cwe karena tidak terikat
  • Terhindar dari Fitnah
  • Lebih banyak teman sebab yg jomblo gk segan2 di deketin ma cwok atau ma cw ( Bebas ngeceng)
  • Bebas dari tuntutan pacaran ( biasanya bagi yg pasangan yg punya aturan dalam pacarannya ada tuntutan2 tertentu yg memberatkan salah satu pihak )
  • Dapat pahala karena menjauhi hal2 yg berhubungan dengan maksiat
  • Kita jadi lebih dekat dengan Sang Khalik
  • Pengeluaran dompet aman ( umumya cwo). Biasanya ketika sedang jalan atau nge date kita dituntut untuk menteraktir pasangan kita ya itulah yg membuat uang jajan berkurang. dll
Banyak juga kan manfaatnya jadi jomblo. Sekarang bagi kamu2 yg lg jomblo disarankan jangan di ambil pusing atau sedih toh manfaatnya banyak juga kan ambil happynya aja deh. Jadilah Jopy alias Jomblo Happy. Tapi kalau kalian masih ingin tahu cerita2 dan manfaatnya jadi jomblo kalian bisa baca buku "La Tahzan for Jomblo", buku ini berisi cerita2 nyata orang2 yg jomblo dan tips bagi si jomblo.

Tips Jomblo

  • Lebih mendekatkan diri kepada Sang Khalik
  • Ingatlah negatifnya pacaran
  • Memperbanyak teman
  • Memperbanyak kegiatan social
  • Bertekadlah bahwa masa muda kamu tidak hanya untuk memikirkan kesedihan karena jomblo dan ngebet cari pacar, fokuskan bahwa kamu harus mengejar prestasi dan cita2 kamu setinggi langit agar kamu bermanfaat bagi sekolah, guru, orangtua dan temanmu
  • Jadilah kebanggaan orangtuamu karena kamu pintar dan menjadi anak yg baik
Nah bagi Kaula muda yg jomblo, Sekarang tinggal kamu pilih mau sedih karena gk punya pacar atau happy dan enjoy aja karena jomblo? Nikmatilah jomblomu! Hhe

La Tahzan! Innallaha Ma'ana Jomblo, mungkin itu cara Allah menjauhkan kita dari cinta yang salah JONES = Jomblo Happiness”

Rabu, 07 Oktober 2015

Sejarah Nahdlatul Ulama di Indonesia

 Sejarah Nahdlatul Ulama di Indonesia

Sebagai mahasiswa di IAINU Kebumen saya sadar, betapa menariknya Nahdlatul ulama unuk di kaji secara mendalam. Secara awam NU di salah artikan sebagai Akidah, padahal NU adalah sebuah organisasi islam yang telah di atur dalam undang-undang. Mari kita pahami wacanan berikut.

 Nahdatul Ulama disingkat NU, yang merupakan suatu jam’iyah Diniyah Islamiyah yang berarti Organisasi Keagamaan Islam. Didirikan di Surabaya pada tanggal 31 Januari 1926 M/16 Rajab 1344 H. Organisasi ini merupakan salah satu organisasi terbesar di Indonesia dewasa ini. NU mempersatukan solidaritas ulama tradisional dan para pengikut mereka yang berfaham salah satu dari empat mazhab Fikih Islam Sunni terutama Mazhab Syafi’i. Basis sosial Nu dahulu dan kini terutama masih berada di pesantren.

Sebagai latar belakang terbentuknya organisasi NU ini adalah: gerakan pembaruan di Mesir dan sebagian Timur Tengah lainnya dengan munculnya gagasan Pan-Islamisme yang dipelopori Jamaluddin al-Afghani untuk mempersatukan seluruh dunia Islam. Sementara di Turki bangkit gerakan nasionalisme yang kemudian meruntuhkan Khalifah Usmaniyah.

Latar Belakang dan Sejarah Berdirinya Nahdhatul Ulama (NU)

Jika di Mesir dan Turki gerakan pembaruan muncul akibat kesadaran politik atas ketertinggalan mereka dari Barat, di Arab Saudi tampil gerakan Wahabi yang bergulat dengan persoalan internal umat Islam sendiri, yaitu reformasi faham tauhid dan konservasi dalam bidang hukum yang menurut mereka telah dirusak oleh khurafat dan kemusyrikan yang melanda umat Islam.
Sementara di Indonesia tumbuh organisasi sosial kebangsaan dan keagamaan yang bertujuan untuk memajukan kehidupan umat, seperti Budi Utomo (20 Mei 1908), Syarekat Islam (11 November 1912), dan kemudian disusul Muhammadiyah (18 Nopember 1912).
Hal-hal tersebut telah membangkitkan semangat beberapa pemuda Islam Indonesia untuk membentuk organisasi pendidikan dan dakwah, seperti Nahdatul  Wathan (Kebangkitan tanah air), dan Taswirul Afkar (potret pemikiran). Kedua organisasi dirintis bersama oleh Abdul Wahab Hasbullah dan Mas Mansur organisasi inilah yang menjadi cikal bakal lahirnya NU.
Pada saat yang sama, tantangan pembaruan yang dibawah oleh Muhammad Abduh di Mesir mempengaruhi ulama Indonesia dalam bentuk Muhammadiyah, yakni organisasi Islam terbesar kedua pada abad ke-20 di Indonesia. Penghapusan kekhalifahan di Turki dan kejatuhan Hijaz ke tangan Ibn Sa’ud yang menganut Wahabiyah pada tahun 1924 memicu konflik terbuka dalam masyarakat Muslim Indonesia. Perubahan-perubahan ini mengganggu sebagian besar ulama Jawa, termasuk Hasbullah. Dia dan ulama sefaham menyadari serta melakukan usaha-usaha untuk melawan ancaman bid’ah tersebut serta merupakan kebutuhan yang mendesak. Hasyim As’ari (1871-1947) Kiai dari pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, yang merupakan ulama Jawa paling disegani-menyetujui permintaan mereka untuk membentuk NU pada tahun 1926 dan dia menjadi ketua pertamanya atau ro’is akbar.
Khittah NU 1926 menyatakan tujuan NU sebagai berikut:
  1. Meningkatkan hubungan antar ulama dari berbagai mazhab sunni
  2. Meneliti kitab-kitab pesantren untuk menentukan kesesuaian dengan ajaranahlusunnah wal-jama’ah
  3. Meneliti kitab-kitab di pesantren untuk menentukan kesesuaiannya dengan ajaranahlusunnah wal-jama’ah
  4. Mendakwahkan Islam berdasarkan ajaran empat mazhab
  5. Mendirikan Madrasah, mengurus masjid, tempat-tempat ibadah, dan pondok pesantren, mengurus yatim piatu dan fakir miskin
  6. Dan membentuk organisasi untuk memajukan pertanian, perdagangan, dan industri yang halal menurut hukum Islam
Dari keenam usaha tersebut, hanya satu butir saja yaitu usaha pertanian, perdagangan dan industri yang tidak berhubungan langsung dengan kehidupan kaum ulama secara khusus.
Hasil Muktamar XXVII NU di Situbondo pada tahun 1984, melalui sebuah keputusan yang disebut “Khittah Nahdatul Ulama”, menegaskan kembali usaha-usaha tersebut dalam empat butir. Pertama, peningkatan silaturrahmi antar ulama. Kedua, peningkatan kegiatan di bidang keilmuan/pengkajian/pendidikan. Ketiga, peningkatan penyiaran Islam, pembangunan sarana-sarana peribadatan dan pelayanan sosial. Keempat, peningkatan taraf dan kualitas hidup masyarakat melalui kegiatan yang terarah, mendirikan badan-badan untuk memajukan urusan-urusan pertanian, perniagaan dan perusahaan yang tidak dilarang oleh syara’.
Dengan demikian pengaruh ulama sangat besar dalam NU, dan telah mendapat konfirmasi dari Khittah NU. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya NU adalah Jam’iyyah Diniyyahyang membawakan faham keagamaan, sehingga yang menjadi mata rantai pembawa faham Islam Ahlussunnah wal-jama’ah, selalu ditempatkan sebagai pengelola, pengendali, pengawas dan pembimbing utama jalannya organisasi.
Selanjutnya akan dijelaskan sekilas tentang lambang NU, lambang NU ini dibuat pada tahun 1927. Mempunyai lambang sebuah bintang besar di atas bumi menyimbolkan Nabi Muhammad, empat bintang kecil, masing-masing dua disebelah kanan dan kiri bintang besar, melambangkan empat khulafa’al-Rasyidin; dan empat bintang kecil di bawah melambangkan empat Imam Mazhab sunni; kesembilan bintang tadi secara bersama-sama juga bermakna sembailan wali (Wali Songo) yang pertama kali menyebarkan agama Islam di jawa. Bola dunia yang berwarna hijau melambangkan asal-usul kemanusiaan, yaitu bumi, yang kepadanya manusia akan kembali dan dirinya manusia akan kembali dan manusia akan dibangkitkan pada hari pembalasan. Tali kekemasan yang melingkari bumi dengan 99 ikatan melambangkan 99 nama-nama indah Tuhan, yang dengannya seluruh muslim di dunia disatukan.